Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts
Masuk Rumah Sakit, Presiden Palestina Menderita Pneumonia

Masuk Rumah Sakit, Presiden Palestina Menderita Pneumonia

4:03 AM Add Comment
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_mahmud_abbas
Photo Source: AP/Garowe Online

DokterSehat.Com– Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dikabarkan menderita pneumonia sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya kini dikabarkan semakin membaik.

“Saya sudah mengunjungi presiden Abbas di rumah sakit tadi malam. Beliau menderita pneumonia dan sudah mendapatkan antibiotik untuk mengatasinya,” ucap Ahmed Tibi, anggota parlemen di Palestina melalui akun Twitter pribadinya. Dilansir dari Yahoo, kondisi presiden berusia 83 tahun ini juga dikabarkan terus membaik.

Menurut media setempat, Saed Sarahna, kepala Istishari Arab Hospital yang ada di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, menyebut Abbas terkena infeksi pada paru-paru bagian kanannya. Sang presiden langsung mendapatkan penanganan intensif dan kondisinya pun berangsur-angsur pulih.

Berbagai foto yang menunjukkan Presiden Abbas telah berjalan-jalan di lorong rumah sakit dan membaca koran telah beredar di berbagai media. Foto-foto ini pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa Abbas berada dalam kondisi kritis. Isu ini bahkan membuat sebagian politisi mulai meragukan kondisi kesehatan Abbas cukup baik untuk memimpin negeri yang masih dilanda konflik ini.

Ahmed Tibi yang juga merupakan seorang dokter menyebutkan bahwa Abbas masih membutuhkan beberapa hari lagi di rumah sakit agar bisa benar-benar sembuh.

Sebelumnya, Abbas dilarikan ke rumah sakit karena mengalami komplikasi setelah menjalani operasi telinga. Ia juga mengeluhkan rasa nyeri pada dada. Februari 2018 lalu, Abbas juga sempat beberapa kali pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Abbas telah menjabat sebagai presiden sejak 2005 silam. Ia terus menjabat karena tidak adanya pemilihan umum di Palestina akibat perbedaan pendapat antara Partai Fatah dan Islamist Hamas yang mengendalikan Jalur Gaza. Perbedaan pendapat ini membuat pemilu sulit untuk diwujudkan di negara tersebut meskipun cukup banyak warga yang menginginkan pergantian kepemimpinan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jatuh Saat Dilahirkan, Anak Ini Tak Bisa Tersenyum

Jatuh Saat Dilahirkan, Anak Ini Tak Bisa Tersenyum

3:03 AM Add Comment
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_maddox
Photo Source: en.goodtimes.my

DokterSehat.Com– Saat sedang melahirkan buah hatinya yang pertama, Danielle Templer tiba-tiba dikejutkan oleh jeritan suaminya, Charlie Perales. Ternyata, Charlie menjerit saat melihat bayi yang baru saja dilahirkan tanpa sengaja dijatuhkan oleh dokter hingga ke lantai.

Dilansir dari Good Times, sang bayi yang diberi nama Maddox ini kemudian didiagnosis terkena Sindrom Moebius yang membuatnya kesulitan menggerakan otot-otot wajah akibat kecelakaan yang tak disengaja ini.

“Ia tak mampu menggerakkan mulut, tersenyum, dan kesulitan untuk makan. Melihat bayi-bayi lain bisa melakukan hal-hal tersebut, aku tahu bahwa ada yang salah dengan anakku,” ucap Danielle.

Karena tak bisa tersenyum, Maddox akan menempatkan jari tangannya ke pinggir bibirnya untuk membuat senyuman sebagaimana yang bisa dilakukan ayah dan ibunya. Karena alasan inilah Danielle dan Charlie akan berusaha untuk memperbaiki kondisi ini.

Pasangan ini kemudian membuka penggalangan dana di GoFundMe untuk mengumpulkan uang sehingga 100.000 Dollar AS. Uang ini dianggap cukup untuk membiayai operasi yang bisa mengembalikan fungsi otot Maddox. Kisah Maddox pun kemudian viral dan membuat keluarga ini diundang ke acara televisi.

Beruntung, pasangan ini kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengoperasi buah hatinya tanpa menghabiskan biaya sepeserpun.

“Setelah menjalani operasi, aku sangat bahagia saat melihat Maddox kini bisa menunjukkan senyumannya. Maddox juga sudah mulai berbicara dan makan dengan benar. Maddox kini semakin percaya diri untuk berbicara di depan orang lain,” ungkap Danielle dengan bangga.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Hujan Abu di Sekitar Merapi, Warga Diminta Memakai Masker

Hujan Abu di Sekitar Merapi, Warga Diminta Memakai Masker

1:03 AM Add Comment
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_abu_merapi
Photo Source: Okesultra.com

DokterSehat.Com– Gunung Merapi kembali mengeluarkan letusan freatik hingga beberapa kali sejak Senin, 21 Mei 2018. Pihak BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi) juga sudah menaikkan tingkat aktivitas Merapi dari Normal ke Waspada atau tingkat II. Beberapa kawasan di sekitar merapi seperti di Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Ngemplak di Sleman juga mengalami hujan abu tipis.

Sebagian warga sempat mengungsi di beberapa titik, namun, mereka kemudian berangsur-angsur pulang ke rumah karena menganggap kondisi Gunung Merapi kembali aman.

Adanya letusan freatik dari Gunung Merapi membuat warga memakai masker demi melindungi sistem pernapasannya mengingat abu vulkanik memiliki kemampuan untuk mengganggu saluran pernapasan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia pun menganjurkan warga untuk memakai masker dengan benar.

“Sebagai contoh kita memakai masker berwarna hijau itu. Pastikan bahwa lipatan masker mengarah ke bawah, bukannya ke atas. Jika lipatan mengarah ke atas, abu justru akan lebih mudah masuk ke hidung,” ucap Fita.

Meski sudah memakai masker, Fita juga menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu lama berada di luar ruangan selama hujan abu masih turun. Hanya saja, jika kita memang aktivitas sehari-hari dilakukan di luar ruangan, ada baiknya selalu mengganti masker setiap 1 jam.

Karena banyaknya orang yang mencari masker, ada kemungkinan pasokan masker habis sehingga kita pun harus mencari alternatif lainnya seperti kain yang dibasahi dengan air. Hanya saja, ada risiko dari penggunaan kain basah ini, yakni bisa menjadi sarang kuman.

Sebenarnya, masker N95 lebih disarankan untuk digunakan demi melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Namun, jika kita memang tidak bisa menemukan masker ini, gunakan masker bedah berwarna hijau yang mudah dicari di apotek atau penutup hidung lainnya demi mencegah gangguan kesehatan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Makan 21 Manik-Manik Magnet, Balita Ini Dioperasi

Makan 21 Manik-Manik Magnet, Balita Ini Dioperasi

3:03 PM Add Comment
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_manik_manik
Photo Source: Flickr/fdecomite

DokterSehat.Com– Balita dari Tiongkok bagian utara harus melakukan perjalanan sejauh 300 km ke Beijing pada awal bulan ini karena harus menjalani operasi setelah mengonsumsi manik-manik magnet berukuran kecil yang berasal dari mainan milik kakak perempuannya.

Dilansir dari South China Morning Post, orang tua dari balita berusia 14 bulan dari Qinhuangdao, kota yang ada di Provinsi Hebei, langsung memeriksakan kondisi buah hatinya setelah menderita demam parah dan muntah-muntah. Sayangnya, dokter di rumah sakit terdekat kebingungan dengan kondisi sang anak sehingga merujuknya ke Beijing Children’s Hospital pada 11 Mei 2018 lalu.

Salah satu ahli bedah dari rumah sakit di Beijing, Liu Tingting, menyebutkan bahwa setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa di dalam perut balita berjenis kelamin laki-laki ini terdapat manik-manik yang terbuat dari logam yang sudah bertahan selama 4 atau 5 hari.

“Manik-manik ini saling menempel membentuk lingkaran di dalam perutnya. Hal ini membuatnya mengalami rasa sakit yang luar biasa dan harus dioperasi,” ucap Liu.

Dokter pun berhasil mengeluarkan 21 manik-manik dari perut sang bocah. Ukuran dari manik-manik ini memang sangat kecil, yakni hanya beberapa millimeter saja. Beruntung, meski ada kekhawatiran bahwa manik-manik ini bisa menyebabkan masalah yang lebih parah organ pencernaan sang bayi, kondisi ini bisa dicegah berkat aksi cepat dari tim dokter.

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, balita ini pun diperbolehkan untuk pulang. Kasusnya pun menjadi pembelajaran bagi setiap orang tua untuk tidak memberikan mainan dengan manik-manik berukuran kecil karena bisa membuat anak tertarik untuk menelannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ingin Rayakan Ulang Tahun, Pria Ini Bangkit Dari Kematian

Ingin Rayakan Ulang Tahun, Pria Ini Bangkit Dari Kematian

2:03 PM Add Comment
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_joseph_leifkin
Photo Source: en.goodtimes.my

DokterSehat.Com– Pria berusia 91 tahun bernama Joseph Leifkin sempat dinyatakan meninggal selama 10 menit oleh tim medis. Namun, ia tiba-tiba saja bangkit dari kematiannya. Penyebab kebangkitan ini pun luar biasa, yakni ingin merayakan ulang tahun bersama dengan istrinya.

Dilansir dari Good Times, bulan Desember 2016 lalu, Joseph mulai merasa tidak enak badan dan mengeluarkan banyak keringat saat bangun tidur. Ia pun meminta istrinya memanggilkan dokter. Benar saja, Joseph terkena serangan jantung dan langsung dilarikan ke rumah sakit di New Jersey, Amerika Serikat.

Saat berada di ambulans, berulang kali Joseph memohon tim medis untuk menolongnya dan mencegahnya meninggal karena memiliki janji untuk merayakan hari ulang tahun bersama dengan istrinya di restoran malam harinya. Sayangnya, detak jantung Joseph kemudian berhenti.

Tim medis sebisa mungkin menjalani CPR hingga sampai di rumah sakit meskipun detak jantung sang kakek sudah berhenti. Sempat dinyatakan meninggal, tiba-tiba saja detak jantung Joseph kembali muncul. Beberapa saat kemudian, ia bahkan kembali sadar!

Saat melihat tim medis yang berjuang dengan sangat keras demi menyelamatkannya, Joseph langsung mengucapkan terima kasih sambil memeluk dan mencium satu per satu para penolongnya ini.

Joseph memang harus mendapatkan perawatan medis demi mengatasi serangan jantung yang dialaminya. Kondisinya pun terus membaik sehingga bisa memenuhi janjinya untuk makan bersama di restoran dengan istrinya.

“Aku sangat mencintai istriku sebagaimana ia mencintaiku. Aku tak bisa meninggalkannya sekarang, aku ingin melakukan lebih banyak hal bersamanya,” ucap Joseph menunjukkan tekadnya untuk terus hidup.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.